Tag Archives: Puisi

Geus waktuna meureun?

Geus waktuna meureun?
Malik ka tukang atawa ka hareup
Kana poek atawa kana caang
Di tungtung gang nu boa kudu kamana

Ieu balati, sarungan!
Ceuk ilaing tuluy nyolendang samurai nu ngagebay

Geus waktuna meureun?
Wawanen urang ditanya kasadianana
Anging Allah tempat pamuntangan

Dina mumunggang gunung
Handapeun layung nu ngagantung
Caang masrahkeun diri kana poek
Kalangkang ilaing hut-het nyieun siluet

th

Tadi Aku Mau Menulis Puisi

Di Bawah pohon kapuk yang daunnya beterbangan di halaman masjid

Matahari terik sekali

Dan anak-anak madrasah barlari-lari di halaman masjid

Matahari terik sekali

Mengantar adzan dzuhur yang baru saja pergi

Seorang anak berlari-lari mencari bayangannya sendiri

Matahari membawanya pergi

Tadi aku mau menulis puisi

Di bawah terik matahari

Sambil membayangkanmu mengantarkan senyum dan secangkir kopi

IMG_20140525_101353

18 September 2014

Merdeka itu…

bendera-indonesia28129

Merdeka itu adalah kalau engkau yakin Allah akan selalu berada di sisimu, anaking!

Dalam keadaan apapun.

Jika saja engkau merasa telah dijauhi oleh-Nya, dibiarkan-Nya engkau melakukan semua kesalahan dan dosa-dosa, dijauhkan-Nya engkau dari pengetahuan tentang kebenaran dan pengetahuan yang benar, itu artinya kemerdekaanmu telah engkau buang jauh-jauh.

Ketahuilah, bahwasannya kemerdekaan itu tak pernah meninggalkanmu sebagaimana Tuhan tak pernah pula meninggalkanmu dalam kesengsaraan dan kebahagiaan.

Dia itu dekat dengan urat lehermu, menyusuri urat-urat nadimu dan mengasihimu dengan tulus.

Hanya saja engkau seringkali tidak mengetahuinya.

Tuhan selalu menunggumu, anaking.

Datangilah pemilik kemerdekaan itu kapan saja engkau mau.

Setidaknya lima kali dalam satu hari.

18 Agustus 2014