Tag Archives: BBM

BBM NAIK (Sakitnya tuh disini)

Dalam musim hujan seperti ini, sudah dapat dibayangkan bahwa Aceng dan Odin sedang “LALAYARAN” di Sungai Cikapuncung sambil melukis seperti biasa dan membacakan bebebrapa bait puisi yang dicolongnya sana-sini. Karena hujan yang turun saban hari, sungai itu kini jadi begitu lebar, sehingga mereka boleh menggunakan rakit yang lebih besar agar kanvasnya bisa juga disertakan disana, catnya beraneka warna. Apa saja akan dia lukis hari ini, kecuali buruh pabrik yang meradang karena tidak bisa pergi kerja karena motornya tak berbensin, ibu-ibu di pasar yang kembali lagi karena uang belanjaannya tak lagi cukup untuk membeli cabe sekedar menghangatkan badan, tukang ojek yang tak lagi mangkal karena penumpangnya takut ongkosnya dinaikkan.

Padahal itu semua adalah objek-objek lukis yang baik, dari kerut-kerut wajah yang keras dan dalam, garis-garis yang tak perlu diperhalus. Apa boleh buat? Pekerjaan mereka adalah melukis, dan dari sanalah mereka mendapatkan nama besar, jadi mereka melukis saja. Melukis orang-orang yang berjejer berkemeja putih sambil tersenyum (lebih dekat kepada menyeringai) setelah menaikkan harga BBM setelah melakukan perjalanan yang panjang menjajakan negara.