Ulama Saudi Bergabung Dengan Kerajaan Perangi IS

Pejabat resmi Al Saud, Ulama senior Saudi Arabia telah membahas sebuah fatwa yang menyatakan bahwa terrorisme sebagai “kejahatan keji” menurut hukum Syariat Islam, dalam sebuah tawaran untuk merusak legitimasi apa yang disebut dengan Islamic State in Iraq and the Levant (ISIL), sebagaimana diberitakan laman onislam.net.

“Terrorisme berseberangan dengan tujuan agama Islam yang agung, yang datang sebagai rahmatan lil alamiin…dan untuk memastikan koeksistensi system duniawi,” kata dewan yang terdiri adari 21 ulama berpengaruh, dilaporkan oleh Saudi Press Agency, dan The Guardian.

“Terrorisme tidak ada hubungannya dengan Islam, yang tidak bersalah dengan ideology menyimpang ini…[terrorisme] tidak lebih daripada korupsi dan kriminalitas yang ditolak oleh hukum syariat Islam dan juga umum.”

Muslim manapun yang berpikir bahwa jihad (yang berarti “perjuangan”) berarti bergabung dengan sebuah kelompok terroris adalah “bodoh dan tersesat”, kata para ulama pada hari rabu.

SaudiFatwa-Deplore-Terrorism-CrimePara ulama ini juga mengkritik para imam yang membahas maklumat-maklumat keagamaan, atau fatwa, membenarkan terrosrisme. Para ulama itu mengatakan bahwa mereka harus diadili di pengadilan, lapor agen berita resmi Saudi.

“Terrorisme menunjuk perhatian-perhatian bangsa pada bahaya-bahaya yang gawat, siapa saja yang berpikir bahwa ini adalah jihad artinya dia bodoh,” kata para ulama itu dalam pernyataannya.

Pernyataan ini dating lebih dari satu minggu setelah Grand Mufti Saudi Arabia Sheikh Abdulaziz Al Al-Sheikh menyeru ummat Islam agar memerangi Islamic State untuk “membersihkan umat dan agama dari kemungkaran dan bahaya yang mereka timbulkan.”

Militasi ISIL telah dikutuk secara luas oleh sebagian besar ummat Islam yang meningkatkan beberapa protes untuk mengekspresikan kemarahan mereka kepada kelompok terroris.

Pada awal bulan ini, Sheikh Ahmed el-Tayeb, Grand Imam Al-Azhar, telah mengutuk ISIL, menuduhnya telah menjadi pelayang rencana kaum “Zionist” untuk “menghancurkan dunia Arab”.

Perang Anti-ISIL

Pernyataan para ulama ini merefleksikan kesepakatan antara otoritas keagamaan dan upaya pemerintah untuk memukul para anggota kelompok militant yang termasuk ISIL dan al-Qaeda.

Pernyataam ini “adalah dimulainya kampanye informasi untuk mengkonter kredibilitas keagamaan Islamic State,” kata Theodore Karasik, direktur penelitian pada Institute for Near East and Gulf Military Analysis di Dubai, kepada Bloomberg.

“Ini tampaknya adalah hasil langsung dari pertemuan di Jeddah bersama dengan Kerry minggu lalu.”

Kerajaan menyelenggarakan sebuah pertemuan minggu lalu di Jeddah antara Sekretaris Negara AS dengan perwakilan 10 negara Timur Tengah yang mengarah kepada dibangunnya sebuah koalisi untuk menentang para milisi itu.

Empat hari berikutnya di Paris, Menteri Luar Negeri Pangeran Saud al-Faisal mengembalikan rencana untuk membom Islamic State di Syria, mengatakan dalam pidatonya bahwa bahaya yang diajukan kelompok ini “telah melampaui batas-batas geografis.”

“Setelah peristiwa pemboman Riyadh pada bulan Mei 2003, orang-orang Saudi mata mereka menjadi jelas mengenai ancaman yang ditimbulkan radikal-radikal seperti itu,” kata Daniel Benjamin, mantan coordinator kontraterorisme Departemen Dalam Negeri AS yang sekarang menjadi direktur Dickey Center for International Understanding di Dartmouth College.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s