Grand Mufti Saudi Arabia: ISIL Adalah Musuh Nomer Satu Islam

ISILEnemy-No-1-of-Islam-Saudi-Grand-MuftiGrand Mufti Saudi Sheikh Abdul Aziz al-Sheikh telah mengutuk para pejuang Al-Qaeda dan Islamic State sebagai “musuh nomer satu” Islam, lapor Saudi Gazette, seperti dilansir oleh onislam.net.

“Gagasan-gagasan tentang ekstrimisme, radikalisme dan terrorisme…tidak memiliki dasar dengan Islam dan (para pendukungnya) adalah musuh Islam nomer satu,” kata ulama puncak Kerajaan dalam sebuah pernyataannya di Riyadh hari Selasa waktu setempat, 19 Agustus 2014.

Beliau menyebutkan para milisi Islamic State, yang mendeklarasikan “kekhalifahan” di sebagian besar Irak dan Syria, dan jaringan terror internasional Al-Qaeda.

“Ummat Muslim adalah korban utama dari ekstrimisme ini, karena kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh apa yang disebut sebagai Islamic State, Al-Qaeda dan kelompok-kelompok yang terhubung dengan mereka,”kata grand mufti, mengutip sebuah ayat Quran yang memerintahkan “membunuh” orang yang membahayakan Islam, kata Agen resmi penyiaran Saudi (Saudi Press Agency (SPA)).

Komentar-komentar sang sheikh ini merefleksikan meningkatnya kutukan dari dunia internasional pada Kekhalifahan Islam yang diproklamirkan sendiri.

Fokus dunia berubah pada daerah teratsir setelah kelompok yang merupakan sempalan Al-Qaeda, ISIL, mengambil alih kekuasaan kota terbesar kedua di Irak –Mosul- pada tanggal 9 Juni, menghancurkan gedung-gedung pemerintah, stasiun-stasiun TV, bank-bank dan menggantung orang-orang kulit hitam.

Jatuhnya Mosul diikuti dengan jatuhnya Tikrit, Anbar’s Fallujah dan Ramadi dan tempat-tempat lain sejak akhir Desember.

Situasi menjadi bertambah buruk setelah Ulama senior Syiah Grand Ayatollah Ali al-Sistani mendorong para pengikutnya untuk angkat senjata melawan milisi Sunni pengacau di Irak.

Tanggal 30 Juni kemarin, ISIL membuat pengumuman yang menggemparkan tentang dibentuknya sebuah “kekhalifahan” Islam dan merubah namanya menjadi Daulah Islamiyyah/Islamic State.

Deklarasi daulah ini dibuat dalam bentuk rekaman audio dan didistribusikan secara online dimana ISIL mendeklarasikan pemimpinnya, Abu Bakr al-Baghdadi, sebagai “khalifah”dan “pemimpin ummat muslim dimanapun berada”.

Tak ada bagian-bagian

Grand Mufti memperingatkan bahwa membagi-bagi ummat Muslim atas nama agama adalah sebuah dosa besar.

“Secara sambil lalu mata pencaharian ummat Islam di beberapa negeri telah diganggu kestabilannya” oleh para ekstrimis, yang “membag-bagi ummat Muslim” atas nama agama, kata sang Sheikh.

Beliau mengingatkan: “Dalam Islam, setelah bidah, membagi-bagi ummat Muslim termasuk kepada dosa besar.”

Arab Saudi melabeli Islamic State, Al Qaeda, Front Al-Nusra Syria dan kelompok-kelompok lainnya sebagai “terroris” pada bulan Maret menjatuhkan hukuman penjara yang lama bagi orang yang menawarkan mereka dukungan public atau bantuan moral dan material.

Pada awal bulan Juni, Raja Abdullah berjanji: “Kami tidak mengizinkan genggaman para teroris, menggunakan Islam untuk kepentingan pribadi, untuk menakuti ummat Muslim atau menggerogoti negeri kami dan penduduk-penduduknya.”

Kutukan-kutukan terhadap tindakan-tindakan ISIL tidak terbatas hanya dari Grand Mufti Saudi.

Minggu kemarin, Grand Mufti Mesir, Shawqu Allam membuat pernyataan yang mirip, mengatakan bahwa ISIL membahayakan Islam dan Ummat Muslim, menodai citra Islam dan menyebarkan kecurangan.

Muslim Sunni dan Syiah India telah bergabung untuk melawan bertumbuhnya ISIL, menegaskan bahwa tindakan-tindakan menghancurkan situs-situs suci, mendukung sikap sectarian dan membagi-bagi ummat muslim tak dapat disematkan kepada Daulah Islam yang sejati.

Nahdlatul Ulama (NU), Ormas Islam terbesar di Indonesia telah juga mengutuk ISIL, mendorong pemerintah untuk mengambil tindakan-tindakan pencegahan menyebarnya gerakan ini di Indonesia.

isis-400x230Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) juga telah ikut mengutuk ummat Muslim Indonesia yang memaafkan dan mentaati ideology ISIL.

Sementara itu Presiden Indonesia menyebut tindakan Negara Islam ISIS yang berubah menjadi Khilafah Islam sangatlah memalukan bagi agama Islam. Lebih dari itu, ia menilai ISIS telah menghina Islam.

Pernyataan ini disampaikannya pada hari Kamis (21/8) seperti dilansir dari Channel News Asia.

SBY mengatakan tingkat pembunuhan yang dilakukan oleh kelompok ISIS di Irak dan Suriah ini sangatlah mengerikan.

“Ini sangat mengejutkan dan menjadi tak terkendali,” katanya dalam wawancara dengan The Australian, sehari setelah video pemancungan seorang jurnalis AS James Foley dirilis oleh ISIS.

Ia pun mendesak para pemimpin internasional, terutama para pemimpin Islam untuk bekerja sama dan bersatu melawan serta memerangi kelompok radikal ini.

“Ini merupakan seruan terbaru bagi para pemimpin dunia, termasuk para pemimpin Islam,” katanya.

Menurutnya, semua pemimpin harus mengkaji ulang bagaimana melawan para ekstrimis. Mengubah paradigma dari kedua belah pihak sangatlah diperlukan, bagaimana negara Barat menilai Islam dan bagaimana Islam menilai Barat.

Presiden SBY juga menegaskan Indonesia yang menjadi rumah bagi penduduk Muslim terbesar di dunia telah melarang ISIS berkembang.

Indonesia juga telah memperkirakan puluhan warganya telah bepergian ke Suriah dan Irak untuk ikut berperang.

Sementara itu, Pimpinan Pusat (PP) Persatuan Islam (Persis) mengimbau kepada ummat Islam di Indonesia untuk tidak mudah terprovokasi dengan gerakan “Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang menggemakan slogan tentang pembentukan kekhalifahan dengan cara-cara keras dan brutal.

“PP Persis mengimbau umat Islam di Indonesia untuk mencermati gerakan ISIS sambil melihat-lihat hubungan sebab dan akibat gerakannya,” tutur Sekretaris Umum PP Persis, Irfan Safruddin, seperti dilaporkan republika.co.id, Ahad (3/8).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s