Muslim Australia Tantang Ketakutan-ketakutan Adanya Radikalisasi

Australian-Flag-WallpaperCANBERRA – Para Pemuka Komunitas Muslim Australia telah menegaskan bahwa ketakutan radikalisasi pemuda Muslim pelaku jihad itu terlalu berlebihan, menyuarakan kemampuan komunitas mereka untuk menyetir anak-anak muda menjauh dari ekstrimisme.

“Orang-orang ini harus di didik kembali. Kami bekerja disana. Kami memiliki metode yang dapat mengoreksi gagasan-gagasan mereka. Kami mencoba menyembuhkan mereka,” kata Professor Ibrahim Abu Mohamed, yang meruoakan kepala Konsul Imam untuk warga Muslim Australia yang berjumlah setengah juta orang, kepada Voice of America (VoA).

“Para pendidik kami adalah anak-anak muda yang merupakan para pembicara bumiputera, yang lahir disini dan yang memiliki specialisasi dalam bidang ini,” katanya.

Prof. Abu Mohamed adalah salah satu pemimpin komunitas Muslim Australia yang telah mengutuk berita tentang pemuda-pemuda Muslimis Australia yang diduga bergabung dalam perang bersama Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL).

AussieMuslims-Defy-Extremism-FearsUpaya-upaya para ulama untuk merangkul pemuda-pemuda Muslim Australi dimulai setelah ditahannya seorang lelaki Bella Vista yang menggunakan Passport Australia milik saudaranya untuk meninggalkan Australia.

Laki-laki tersebut dibekuk ketika pesawat mendarat di Uni Emirat Arab.

Alex Hawke, seorang polisi federal mengatakan bahwa dengan ditahannya pemuda 19 tahun dari Bella Vista ini menggaris bawahi butuhnya tindakan-tindakan yang segera untuk dapat mengidentifikasi dengan lebih baik sehingga dapat mencegah orang meninggalkan Australia dengan menggunakan dokumen-dokumen perjalanan palsu.

Pada awal bulan Agustus ini, PM Australia Tony Abbot mengumumkan rencana untuk memperkenalkan sebuah undang-undang kontra-terror baru yang memperbolehkan menahan terduga-terduga terror, menangkap mereka tanpa tuntutan dan mencabut passport-passport mereka..

Abbott mengatakan bahwa tindakan-tindakan tersebut adalah sebagai respon dari laporan-laporan yang mengatakan warga Australia yang ikut berperang di Syria dan Iraq.

Undang-undang itu ditolak oleh ummat Muslim Australia karena dianggap dapat mempropokasi memburuknya hubungan-hubungan antara minoritas dan masyarakat Australia.

Ummat Muslim Australia, yang telah berada di Australia lebih dari 200 tahun adalah 1.7 persen dari 20 juta penduduk Australia.

Islam adalah agama Negara terbesar kedua setelah Kristen.

Proud Australians

Upaya-upaya lain juga dilakukan oleh sekelompok Pemuka Muslim yang mengundang 30 orang muda-mudi Muslim ke Imam Hasan Centre di Annangrove untuk bertukar pendapat tentang apa yang disebut sebagai “homegrown jihadists”.

“Ada baiknya mereka dapat berbicara tentang ini. Respon mereka adalah ‘Ini bukan tentang siapakah kita, kita semua adalah warga Australia’,” kata Abbas Aly, 47 tahun, seorang muslim yang membangun pusat kegiatan itu sepuluh tahun yang lalu kepada Australia’s Daily Telegraph pada hari selasa, 19 Agustus 2014.

Menurut Aly, sebuah pendidikan yang baik, seperti yang ditawarkan di Annangrove center, akan memunculkan pertumbuhan warga Negara yang baik yang menghargai pendidikan dan menghormati hokum yang berlaku di Australia.

“Para asatidz harus dididik sampai level universitas, berbicara dan berpenampilan dalam Bahasa Inggris Australia dan berhubungan dengan anak-anak muda,” katanya.

“Ketidakterhubungan adalah dikarenakan oleh kenyataan bahwa para assatidz yang datang kesini tidak tumbuh disini dan tidak memiliki gagasan budaya dan harapan di Australia.

“Komunitas kami bersyukur untuk hak istimewa menjadi warga Australia. Kami menghormati para pelajar HSC kami yang terkenal dan memberanikan mereka untuk berpartisipasi dalam komunitas yang lebih besar. Saya juga mendesak organisasi-organisasi Muslim lain agar mengikuti hal serupa.”

Dia menambahkan bahwa bagus dapat melihat orang-orang Muslim yang menjadi dokter, dokter gigi, pengacara, guru yang dapat berkontribusi pada Negara Australia.

“Adalah kewajiban kita untuk berkontribusi dengan sebuah cara yang positif dan menghormati hokumhukum dan hak-hak orang-orang yang mengizinkan kita untuk bertumbuh,” katanya.

“Kami adalah warga Australia yang menginginkan kehidupan yang baik untuk anak-anak kami dan Negara ini memberikan kesempatan itu. Terserah kepada masing-masing orang bagaimana menangkap kesempatan itu.”

Sumber: onislam.net

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s